CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

dalam cover depan

orang-orang besar dibesarkan oleh media
Aku hanya manusia biasa Aku bukanlah matahari yang selalu memberikan kehangatan kepada semua orang tanpa pernah diminta. Aku hanyalah air yang hanya bisa memberikan kesegaran untuk orang yang sedang dahaga. Aku bukanlah pasar malam yang bisa dikunjungi oleh banyak orang. Aku hanyalah sebuah toko mungil yang hanya memiliki satu orang pelanggan saja. Aku bukanlah seorang pujangga yang bisa membuat kata kata indah sehingga orang mudah terlena. Aku hanyalah seorang hamba yang hanya bisa berkata kata dengan kejujuran dan perbuatan. Aku bukanlah sebuah medan magnet yang bisa menarik orang orang disekitarku untuk selalu dekat denganku. Aku hanyalah sebuah kutub selatan yang jarang diperhatikan orang dalam sebuah perjalanan. Aku bukanlah seorang dalang yang bisa mempermainkan bonekanya dengan seenak hati. Aku hanyalah seorang pemeran yang berusaha memainkan perananku dengan sebaik mungkin. Aku bukanlah seorang saudagar yang senang mengumbar cinta dan menebar pesona. Aku hanyalah seorang kafilah yang sedang berusaha menyatukan kepingan kepingan puzzle kehidupan. Aku bukanlah seorang superhero yang mempunyai kekuatan ekstra. Aku hanyalah seorang manusia biasa yang ingin menjadi lebih baik setiap harinya. dari sarikata.com zulkifli adalah nama lengkapku, saya kelahiran banjarmasin dan sekarang ngepos dan berdomisili di kuala kapuas sebuah kabupaten perbatasan kalimantan selatan dan kalimantan tengah, kegiatan saya sekarang sebagai pekerja media pada majalah karya s nusantara saya juga anggota words citizen reporter dan aktif sebagai koordinator lsm lbkbr-kt, banyak permasalahan yang ada dalam masyarakat, banyak penyimpangan yang terjadi dalam birokrasi siapa yang perduli akan hal ini, saya berharap dan berharap dan dimulai dari individu kita bisa melawan segala bentuk penyimpangan yang ada agar masyarakat bisa menjadi lebih baik.... mari berjuang.. lewat jalur apapun.. dan inilah jalur yang aku pilih....

Kamis, 09 Oktober 2008

Hasil Survei AJI Malang, Upah Layak Jurnalis Rp 2,4 juta
Belum adanya standar pengupahan bagi junalis mendorong Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang mengadakan survei upah layak jurnalis. Dari survei dan analisa yang dilakukan dua minggu lamanya, AJI Malang menyimpulkan upah layak jurnalis Malang sebesar Rp 2.399.705 yang dibulatkan menjadi Rp 2,4 juta.

Menurut Bibin Bintariadi, Ketua AJI Malang, sebagai indikator ditetapkan lima komponen kebutuhan jurnalis secara individu atau tidak termasuk keluarga. Lima komponen itu adalah makanan dan minuman, sandang, perumahan, aneka kebutuhan jurnalisme (termasuk asuransi kecelakaan) dan tabungan.

Setelah menetapkan lima komponen itu, AJI Malang melakukan survei harga di lima lokasi yang berbeda. Untuk kebutuhan bahan mentah dilakukan survei di lima mini market. Dan khusus untuk elemen perumahan, dilakukan survei di lima lokasi kos jurnalis. “Kami punya indikatornya apabila ada perusahaan pers ingin mengetahui detail survei,” ungkap Bibin.

Dibanding dengan UMK Kota Malang senilai Rp 802 ribu, upah layak jurnalis memang jauh lebih besar. menurut Bibin, posisi jurnalis memang tidak bisa disamakan dengan pekerja sektor lainnya. Salah satu alasannya, seorang jurnalis bisa dikatakan kerja 24 jam sehari. Itu dimungkinkan apabila ada peristiwa besar kapanpun, jurnalis harus turun lapangan. “Selain itu, risiko dan tanggung jawab yang dipegangnya cukup besar,” kata wartawan Tempo ini.

Pertumbuhan industri media, saat ini menjamur. Kompetisi antarmedia menjadi kian ketat dan pasar menjadi kian kritis. Dengan kompetisi antarmedia yang ketat, para pekerja pers dituntut untuk bersikap profesional dalam bekerja. Selain itu juga harus memberikan loyalitas yang tinggi kepada perusahaan. Dengan kesejahteraan yang buruk, berdampak pada kinerja para pekerja pers yang menjadi tidak profesional dan mengandalkan amplop. (yos/lia/jawapos)